Selasa, 04 Juli 2017

Kawung - Batik Tua dari Indonesia

Indonesia memiliki sangat banyak motif batik. Kita sebagai bangsa Indonesia sangat beruntung memiliki warisan batik yang sangat kaya dari leluhur kita. Motif dan varian yang beragam dengan makna dan sejarah panjang. Salah satu motif batik yang tertua adalah batik kawung. Sama halnya dengan motif batik lain, batik kawung juga memiliki sejarah yang panjang perkembangannya di masyarakat. Batik kawung terkenal dengan motifnya yang cantik dengan pola-pola geometris ini mengandung unsur jawa yang sangat amat kental.

Dari mana nama Kawung berasal?
Banyak sekali cerita yang beredar di masyarakat tentang dari mana asal-usul batik kawung. Namun terdapat dua cerita yang paling terkenal dan disetujui. Pertama adalah tentang nama kawung yang berasal dari serangga. Dan versi kedua berasal dari buah pohon aren.

Cerita pertama yang beredar adalah kawung berasal dari Kwangwung yang merupakan sejenis serangga berwarna cokelat cerah. Serangga ini adalah serangga yang tidak disukai oleh petani karena sering merusak tanaman kelapa. Nah, warna dan bentuk serangga ini dianggap menjadi inspirasi bentuk dan corak batik kawung.
batik kawung beton

Cerita kedua menceritakan kalau nama batik kawung berasal dari buah sejenis tumbuhan palem/aren. Atau buah dari pohon aren yang biasa kita kenal dengan kolang-kaling. Versi kedua ini yang paling populer di kalangan masyarakat kita.

Berumur lebih dari 10 Abad
Tahukah kamu bahwa motif batik kawung ini telah berumur lebih dari 10 Abad. Lebih tepatnya berusia 1200 tahun atau 12 abad. Batik kawung mulai muncul dan berkembang sejak zaman Mataram Baru. Awal mula batik kawung muncul dan dikenal adalah pada abad ke 13.

Namun setelah diteliti lebih lanjut lagi, terdapat temuan menarik yaitu pola yang mirip dengan kawung dapat ditemukan pada dinding-dinding yang ada pada candi-candi hindu kuno seperti misalnya Candi Prambanan. Candi Prambanan telah dibangun pada abad ke-9. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa masyarakat telah mengenal motif kawung sebelum abad ke-13.

Makna dari motif Kawung
Jika diperhatikan motif kawung mempunyai pola yang sederhana namun memiliki makna yang sangat dalam. Buah kawung yang dipercaya merupakan asal-usul dari batik kawung berasal dari sejenis pohon palem atau pohon aren. Buah kawung memiliki daging buah yang berwarna putih dibalik kulitnya yang keras. Kepercayaan jawa mengatakan bahwa hal ini merupakan penggambaran bahwa itikad yang bersih merupakan sebuah ketetapan hati yang tidak perlu diketahui orang lain.

Ada pun pandangan lain terhadap motif kawung ini. Susanto yang merupakan penulis buku Kerajinan Batik Indonesia mengatakan bahwa motif kawung dapat diartikan sebagai saderek sekawan gangsal pancer. Empat buah motif yang merupakan persaudaraan yang berjumlah empat dengan satu motif titik tepat di tengah yang dianggap sebagai pusat kekuasaaan alam semesta.

Dapat diartikan motif batik kawung yang terdiri dari empat bulatan lonjong dengan titik pusatnya ditengah adalah lambing persatuan seluruh rakyat, alam, dan kepercayaan serta menggabungkan semua unsur ke delapan kesatuan tunggal yang selaras.

Jenis-jenis Batik Kawung
Batik kawung juga mempunyai beberapa jenis yang beredar di masyarakat. Berikut adalah jenis-jenis batik kawung.

1.       Batik Kawung Beton
Bentuk dari motif Batik Kawung Beton ini berhias dengan bentuk empat bulatan dengan dua buah titik segi empat. Di antara empat bulatan terdapat empat bagian yang seolah-olah dibatasi oleh garis silang.

2.       Batik Kawung Semar
Bentuk dari motif Batik Kawung Semar berbentuk empat buah bulatan yang berbentuk lonjong dengan dua buah bulatan dan garis lengkung. Diantara empat bulatan tersebut terdapat garis berbentuk jajaran genjang dengan titik dan bulatan.

3.       Batik Kawung Sen
Asal dari nama Batik Kawung Sen karena bentuknya yang berasal dari uang pecahan satu sen yang kecil. Hiasannya berupa empat bulatan dengan empat bulatan lonjong dengan titik cecek dua buah.

Nah demikianlah sedikit cerita tentang batik Kawung di Indonesia. Kalau memang anda tertarik dengan batik, semoga anda juga menyukai artikel ini. Salam!

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.